Selasa, 09 Juni 2015

8 Rumor Tentang John Lennon


John Lennon, dibenak kita terbayang kejeniusan serta visi misinya akan musik dan lirik. John banyak memberikan inspirasi bagi orang lain, dalam bermusik serta
pemikirannya. Di samping itu John adalah sosok orang yang mencintai istrinya, penyayang, cinta
perdamaian seperti yang disuarakan dalam setiap lagunya. Namun muncul fakta yang mengatakan bahwa John bukan bukanlah seseorang yang seperti itu. Banyak hal yang tak pernah
diungkap atau dibicarakan mengenai sosok asli kepribadian John yang sebenarnya. Sebelum kita menyimak fakta-fakta yang mencengangkan ini, mari kita sikapi dengan bijak. Terlepas dari benar atau tidaknya rumor miring akan John ini, terserah bagaimana anda mempercayainya.

1. Hipokrit
Sebuah fakta yang sulit diungkapkan kepada publik, bahwa John Lennon dikabarkan seoarang hipokrit. Apa yang ia tulis dalam liriknya terkadang tak
sama dengan apa yang ia lakukan di dalam kehidupan kesehariannya. Banyak yang mengaitkan kematian John lantaran kekecewaan fans atas sikap hipokrit yang dimiliki oleh John. Seperti dikutip dari Listverse.com jika John adalah sosok yang munafik.Entah benar atau tidak,namun poin pertama ini akan terkait ke poin- poin berikutnya.

2. Gila Harta dan Ketenaran
Ketika memilih solo karir, John seakan ingin lepas dari semua ketenaran yang dia raih bareng The Beatles . Dia seolah ingin melepaskan harta dan kejayaanya untuk hidup sederhana. Hal ini sering ia tulis di setiap lagu-lagunya. Namun fakta mengatakan jika John adalah sosok orang yang mengejar kekeayaan dan ketenaran dari awal. Hal ini terlihat saat The Beatles masih sebagai band bar, namun visinya untuk menjadi terkenal sangatlah tinggi. Hingga saat dia bersolo karir, John juga masih memikirkan bagaiamana orang tidak melupakannya. Bahkan hubungannya
dengan Yoko Ono seakan menjadi permohonan terang-terangannya untuk
diperhatikan seperti apa keseriusannya.

3. Mindless Conformist
Meski repuitasinya sebagai pemikir bebas dan mengikuti jalannya sendiri, namun John adalah orang yang putus asa dalam menyesuaikan diri. Ia
berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kelompok-kelompok yang dianggap non konformis. Semacam krisis identitas dan membutuhkan
pengakuan, John bisa menyulap dirinya yang dulu tampil dandy dengan setelannya dan berubah menjadi seorang pembangkang dengan jaket kulit. Dari musik pop hingga ke psychedelic dengan flower generation. Dia seakan mencoba untuk menyesuaikan diri dengan budaya yang ada.

4.. Bukan Tipikal Pemimpin
John Lennon dinilai sebagai seorang peniru. Fakta ini terkait dengan fakta sebelumnya di mana John mencoba untuk menyesuaikan diri dengan
budaya yang ada. Dalam segi bermusik, John terlihat berpindah-pindah dalam menentukan kiblat. Mulai dari mengikuti rhythm and blues Amerika hingga pop ballad bergaya Roy Orbison. kemudian dia mengubah ke Bob Dylan dan tak lama dia berkiblat pada
psychedelic band di California. Menurut sumber John tak banyak melakukan apapun karena sebelumnya telah dilakukan oleh artis lain. Sebenarnya wajar aja sih, jika penyanyi meniru atau terinspirasi oleh kiblat penyanyi
lain, Terlebih musik terus berkembang
seiring zaman.

5.Minim Bakat
Mungkin ini fakta yang paling kontroversial dan mengejutkan. John Lennon dinilai sebagai musisi yang memiliki bakat minim dalam hal instrumen serta penulisan lirik. Namun dia tahu seperti apa yang diinginkan oleh industri dan penikmat musik kala itu. Hal inilah mengapa The Beatles meledak dan dielu-elukan oleh anak muda saat itu. Dalam penulisan lagu sebenarnya John kalah dengan Paul McCartney dan George Harrison . John juga menerapkan trik yang sama dalam solo karirnya, bisa ditebak hanya beberapa lagu saja yang sangat
terkenang dari sekain banyak karyanya. John bisa dibilang jenius dalam memanfaatkan momen.

6.Politik Tanpa Tujuan
Orang-orang banyak menganggap jika John Lennon adalah seorang pecinta damai karena kegiatan politiknya di awal tahun 1970-an. Sayangnya fakta mengejutkan mengatakan jika kegiatan politik John hanya pada foto- fotonya dengan berbagai macam hal radikal di tahun 60-an serta pernyataannya di media. John dikabarkan tak pernah melakukan apapun terkait aksi nyata dalam kegiatan politik. Salah satu kegiatannya yang pernah ia lakukan adalah memberikan donasi untuk
aktivis Black Panther.

7. Bubarnya The Beatles
Ternyata adalah John Lennon lah yang menjadi pemicu bubarnya The Beatles . Sebelumnya seperti yang sudah diketahui jika bubarnya The Beatles lantaran Paul McCartney meninggalkan band. Sebenarnya di tahun 1960-an The Beatles tengah goyah dan keadaan di dalamnya
sedang tidak baik. Hingga akhirnya John pun yang memberikan keputusan untuk keluar dari band saat pertemuan rutin. Sayangnya kabar ini tak ada yang menyadarinya.

8.Pembohong
Cukup keras kedengarannya judul di atas, namun entah percaya atau tidak jika ini masih ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya mengenai bubarnya The Beatles . Dia menyalahkan bahwa bubarnya The Beatles lantaran kehilangan rasa tertarik. Hal yang membuat John tidak tertarik lagi
karena Paul yang mengacu pada musik pop sedangkan dirinya ingin ke arah avant garde, psychedelic. Tak hanya itu dia juga mengatakan Paul terlalu dominan di dalam band. Sebenarnya keluarnya John karena kecanduan yang dialaminya. Banyak kebohongan yang ia lakukan seperti saat dia mengaku berasal dari keluarga kalangan pekerja saat di Liverpool sebelum bergabung di The Beatles . Padahal John besar di lingkungan keluarga menengah
yang nyaman dan kecukupan.

Lennon yang menulis "imagine no possessions" justru hidup sebagai miliuner dan tinggal di sebuah hotel New York yang mewah. Lennon yang menyanyikan "imagine no religion" justru terobsesi dengan berbagai ajaran spiritual dan sangat percaya dengan astrologi. Lennon yang menyanyikan "all you need is love" justru memiliki masalah terkait pengendalian emosi dan kekerasan pada istri dan anaknya. Lennon sendiri tak hidup berdasarkan visi dan pesan yang ada dalam lagunya.

Di balik kepopuleran yang menjadikannya legenda, itulah beberapa sisi gelap yang disimpan oleh John Lennon. Meski begitu bukan berarti segala kontribusinya terhadap musik yang menjadikannya legenda lantas lenyap. Sisi gelap tersebut hanya membuktikan bahwa John Lennon juga manusia yang tak sempurna dan memiliki kekurangan.

SUMBER


Yngwie Malmsteen


Yngwie Malmsteen adalah seorang gitaris berbakat dunia yang telah melahirkan banyak karya besar yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia. Yngwie adalah asli Sewedia. Ia dilahirkan di Stockholm pada tanggal 30 Juni 1963. Ayahnya adalah seorang kapten tentara dan ibunya adalah seorang seniman.

Yngwie Malmsteen adalah anak bontot dari tiga bersaudara, saudaranya yang lain yaitu Ann Louise dan Bjorn. Awalnya kehidupan keluarga Yngwie baik-baik saja namun entah kenapa kemudian ayah dan ibunya bercerai.

Masa Kecil

Nama Yngwie yang berembel-embel Malmsteen adalah pemberian ibunya ketika masih kecil. Yngwie adalah anak yang sangat ‘badung’, di sekolah ia termasuk seorang yang suka membuat kacau. Akan tetapi ia sangat menyukai bahasa Inggris dan seni. Yngwie akhirnya drop out dari sekolahnya. Melihat hal ini, sang ibu mengikutkannya ke sekolah musik, namun dasar Yngwie, ia malah menggantung gitar pembelian ibunya. Ia juga kesulitan belajar terompet dan piano.

Suatu hari, Yngwie melihat sebuah konser yang memperingati meninggalnya seorang musisi yang bernama Jimi Hendrix. Di konser tersebut, diputar ulang gaya permainan Jimi Hendrix dalam memainkan gitarnya. Yngwie sangat terpesona dengan gaya permainannya, dari situlah Yngwie bertekad untuk sungguh-sungguh belajar musik terutama gitar.

Yngwie lalu membeli gitar murah yaitu sejenis Fender Stratocaster, ia kemudian belajar serius dan menggali kecenderungan nya dalam bermain gitar. Lagu yang pertama kali ia pelajari adalah lagu-lagu karya Deep Purple terutama permainan gitarnya Ritchie Blackmore sang gitaris Deep Purple dimana gaya permainan gitarnya cenderung ke arah musik klasik.

Yngwie diam-diam juga sangat mengagumi kakaknya yang sering mendendangkan lagu dari Bach, Vivaldi, Beethoven dan Mozart dengan gitar. Dari situlah Yngwie mendapat ide untuk menggabungkan musik klasik dengan musik rock melalui permainan gitar. Setiap hari Yngwie bermain gitar untuk menajamkan keunikannya dalam bermain gitar hingga tidur pun ia tak mau melepaskan gitarnya.

Rekaman dan Pintu Kesuksesan
Setelah dirasa cukup ahli dalam bermain gitar, Yngwie dan temannya kemudian merekam 3 lagu dan ditawarkannya ke studio rekaman di seluruh Swedia namun semua studio rekaman tersebut menolaknya. Yngwie tak putus asa, ia kemudian mengirimkan demo rekamannya ke luar negeri. Seorang konstributor Guitar Player dan pemilik Shrapnel Records yang bernama Mike Varney menyukai cara Yngwie bermain gitar yang kemudian mengundangnya ke Los Angeles untuk bergabung dengan band Steeler . Disinilah awal kesuksesan Yngwie di cetak.

Yngwie kemudian menjadi terkenal dalam kecepatan permainan gitarnya pada lagu Hot on Your Heels. Untuk lebih mengasah dirinya, ia kemudian bergabung dengan grup band yang lebih besar yaitu Alcatrazz, namun begitu Yngwie tak lantas berhenti berfikir untuk mengembangkan dirinya. Ia merasa masih terbatasi dalam grub band tersebut walau telah diberi kesempatan bermain solo di lagu Kree Nakoorie, Jet to Jet, dan Hiroshima Mon Amour. Yngwie merasa hanya solo lah pangggilan jiwanya.

Akhirnya Yngwie pun mengakhiri karirnya sebagai anak band dan menelurkan album solo pertamanya yaitu Rising Force yang sampai saat ini me legenda dan dijadikan sebagai acuan dalam musik beraliran Neo-Classical. Album ini kemudian menempati Billboard charts di urutan ke 60 sebagai musik instrumental gitar non komersil. Yngwie pun mendapat penghargaan Grammy Award sebagai musik instrumental rock terbaik serta mendapat penghargaan sebagai gitaris terbaik tahun itu.


Jimi Hendrix


Sejarah dan Latar Belakang
Lahir pada 27 November 1942. Diduga namanya diubah oleh ayahnya dari Johnny Allen Hendrix menjadi James Marshall Hendrix. Dipandang terutama sebagai pemain rock, tetapi latar belakang, teknik, dan pilihan – pilihan nadanya tipikal blues. Terpengaruh antara lain oleh BB King dan Muddy Waters. Pernah bekerja dengan berbagai tokoh soul/R&B termasuk Little Richard, Curtis Knights, Ike Turner, sampai ia ‘ditemukan’ oleh pemain bas Animals, Chas Chandler yang membawanya ke Inggris. ‘Jimi Hendrix Experience’ dibentuk pada tahun 1966 dengan Noel Redding sebagai pemain bass dan Mitch Mitchell sebagai drummer. Hit awalnya akhirnya membawanya ke para pendengar Amerika. Pertunjukan live yang patut dicatat di antaranya Monterey Pop Festifal, Woodstock, dan Isle of Wight Festifal (dua pertunjukan terakhir terjadi setelah Redding mengundurkan diri pada 1969). Meninggal saat tidur, tercekik oleh muntahannya sendiri pada tanggal 18 September 1970.

Gaya Permainan
Sensasional adalah kata yang paling pas. Bending gila – gilan, tukikan whammy bar, feedback terkontrol (dan yang tidak terkontrok), semuanya dimainkan pada volume yang amat sanagt keras. Komposisinya yang lebih tenang menonjolkan nada – nada lembut dengan menggunakan hammer-on, dan dinamika distorsi yang diatur oleh petikan pick. Hampir selalu menngunakan tangga nada minor pentatonic, namun solo dan riff-nya yang juga menonjolkan tangga nada mator pentatonic, Mixolydian, dan natural minor.

Teknik yang Bisa Dicuri
Teknik penuh aksi yang bisa menghibur penonton mana pun (misalnya, memainkan gitar di belakang kepalamu, membakar gitar, perilaku tak senonoh dengan whammy bar, dan lain – lain) dianngap asusila oleh kebanyakan penggemarnya, jadi berhati – hatilah menggunakannya. Tapi jurus – jurus teknis apa pun siap dimanfaatkan. Coba mainkan trill sambil menggerakkan whammy bar, gerakkan wah – wah sambil memainkan lick solo yang cepat; matikan akord yang ‘tak bertitinada’ sebagai efek perkusif.

Peralatan
Biasanya memainkan Strat yang dipakai secara kidal dan digantung terbalik, melalui ampli Marshall. Dia juga menggunakan berbagai stompbox yang dimodifikasi oleh empu efek Inggris, Roger Mayer.

Pencapaian spiritualnya terhadap gitar telah menginspirasi banyak musisi,..bukan hanya gitaris, bahkan seorang Miles Davis terinspirasi dari beliau. Jimi Hendrix bisa menghubungkan semua orang dalam musik, penggemar Black Sabbath, Grateful Dead, hingga Hanson (kutipan dari John Mayer). Eksplorasi luar biasa nya terhadap musik menjadi cetak biru gitaris2 generasi berikutnya hingga sekarang.

SUMBER

Jim Morrison


Merupakan symbol dari Kebebasan dan pemberontakan. Vokalis The Doors itu berhasil menggabungkan antara musik, puisi, drama, dan theatrical stage persona. Bahkan sejak kematian misteriusnya pada tahun 1971, dia masih saja menjadi objek pembahasan yang tak pernah habis diperbincangkan. Begitu pula di Indonesia.
Biografi paling komprehensif mengenai Jim Morrison adalah No One Here Gets Out Alive: The Bestselling Biography of Jim Morrison yang ditulis oleh Jerry Hopkins dan Danny Sugerman. Di Indonesia, buku yang aslinya diterbitkan pada tahun 1980 ini dialihbahasakan menjadi No One Here Gets Out Alive: Biografi Terlaris Jim Morrison.

Biografi ini merupakan sebuah gambaran yang utuh mengenai Jim Morrison sebagai manusia, tidak melulu bercerita tentang kehidupan Jim sebagai vokalis band psychedelic legendaris, The Doors. Buku ini memotret tahap-tahap perubahan dalam kehidupan Jim yang terlahir dengan nama James Douglas Morrison. Termasuk masa kecilnya di Albuquerque, masa remaja yang dihabiskannya dengan berpindah-pindah tempat tinggal, kehidupannya sebagai mahasiswa eksentrik nan pemalu di UCLA, gemerlap hidup sebagai rockstar bersama grup bandnya, hingga saat kematiannya di Paris.

Pada umur 4 tahun, Jim yang berayahkan Steve Morrison, seorang admiral Angkatan Laut Amerika, dan beribukan Clara Clarke, mengalami kejadian paling penting dalam hidupnya: merasakan ketakutan untuk yang pertama kalinya. Kala itu rombongan keluarga Jim sedang berkendara melewati gurun pasir di New Mexico. Mereka bertemu dengan rombongan Indian Pueblo yang mengalami kecelakaan dan sekarat. Jim menangis tersedu sembari meratap “Aku ingin menolong... Mereka akan mati...”. Ketika Jim beranjak dewasa, dia selalu berkata bahwa roh seorang Indian tua telah merasuki tubuhnya . Pengalaman mistis ini lantas dijadikan puisi berjudul “Dawn’s Highway” yang ada pada album solonya, An American Prayer.

Jim tumbuh menjadi remaja yang seperti memiliki kepribadian ganda. Di satu sisi, dia merupakan seorang anak yang cerdas, mempunyai daya tarik, serta berperilaku santun. Tapi di satu sisi lain, dia bisa membuat orang lain terperanjat dan ketakutan karena gaya bahasa yang tidak sopan dan sering bertingkah kasar, terutama pada adik lelakinya . Jim juga mulai menarik diri dari lingkungan sosial, mulai membaca buku dengan rakus – terutama karya Nietzsche, William Blake dan Jean Paul Sartre, serta berperilaku tidak semestinya. Ternyata ini merupakan bentuk defense mechanism dari kebiasaan keluarga Jim yang hidup berpindah-pindah tempat tinggal – dikarenakan tempat tugas ayahnya yang juga sering berpindah tempat .

Pada tahun 1964, di umurnya yang ke 21, Jim mulai berkuliah di UCLA mengambil jurusan Sinematografi. Di fakultasnya, terdapat beberapa sutradara papan atas – termasuk Stanley Kramer dan Josef Von Sternberg. Sedangkan sutradara legendaris Francis Ford Coppola merupakan teman satu angkatan Jim disana . Di UCLA pula, Jim berteman dengan Ray Manzarek, seorang sarjana ekonomi yang juga mantan pemain piano di Angkatan Darat yang keluar dari kesatuannya dengan cara berbohong kalau dia adalah seorang gay. Jim dan Ray lantas sepakat membuat sebuah band rock. Band ini dinamakan The Doors, yang diinspirasi oleh penggalan kalimat dalam puisi William Blake, The Marriage of Heaven and Hell, “If the doors of perception were cleansed, everything would appear to man as it truly is, infinite.”

Bersama The Doors, Jim telah merekam 6 album studio, 4 buah buku puisi, dan 1 album solo berjudul “An American Prayer” yang dirilis pada tahun 1978, 7 tahun setelah Jim meninggal secara misterius di Paris. Jim dikatakan mengalami gagal jantung dan meninggal pada umur 27, sama seperti umur kematian rombongan sirkus rockstar terkenal seperti Jimi Hendrix, Janis Joplin, dan Brian Jones. Jenazahnya dikuburkan di Pere La Chaise Paris, pemakaman yang juga tempat dikuburnya beberapa pesohor seperti Edith Piaf, Oscar Wilde, dan Chopin. Bahkan setelah Jim dikubur pun, masih banyak orang yang tak percaya kalau vokalis flamboyan ini telah meninggal. Banyak fansnya yang percaya kalau Jim tidak meninggal, melainkan kabur dari hingar bingar pers dan hidup di Afrika.

Setelah hampir 39 tahun semenjak kematiannya, Jim Morrison masih saja “hidup.” Dia ada pada kaos-kaos, stiker, dan juga poster. Dia menjadi simbol dari kebebasan dan pemberontakan. Benar kata Ray Manzarek yang pernah berkata, “Setiap anak muda pada generasi apapun yang sedang mencari kebebasan, pasti akan menemukan The Doors di dalamnya, dan juga Jim Morrison.”

Suatu ketika Jim pernah berkata “Each generation wants new symbols, new people, new names. They want to divorce themselves from their predecessors.” Tiap generasi menginginkan simbol baru, orang baru, nama baru. Mereka ingin melepaskan diri dari para pendahulunya. Dan ya, mengingat Jim masih saja “hidup” hingga sekarang, dia akan menjadi simbol baru itu. Simbol dari sesuatu bernama kebebasan, dan juga pemberontakan.



Psychedelic Rock

The Beatles memperkenalkan banyak unsur-unsur utama dari suara psychedelic untuk penonton mainstream di pertengahan 1960-an, dengan "I Feel Fine" (1964) dengan menggunakan feedback gitar, pada akhir tahun 1965 album Rubber Soul memulai penggunaan sitar pada "Norwegian Wood", mereka mengerjakan "backmasking" pada 1966, single B-side "Rain" dan lagu lain yang muncul di album Revolver mereka akhir tahun itu. Namun, penggunaan pertama dari psychedelic rock istilah umumnya dikaitkan dengan Austin, Elevator 13th Floor dari Texas, yang pada awal tour akan menginspirasi scene di San Francisco. The Byrds cepat berkembang dengan murni folk rock pada tahun 1966 dengan single mereka "Eight Miles High", secara luas dianggap sebagai acuan untuk penggunaan narkoba.

Di Inggris bisa dibilang band paling berpengaruh dalam genre adalah The Yardbirds, dengan Jeff Beck sebagai gitaris mereka, semakin berpindah ke wilayah psychedelic, dengan tempo yang semakin cepat menambahkan improvisasi "rave up", Gregorian chant dan pengaruh musik dunia untuk lagu termasuk "Still I'm Sad" (1965) dan "Over Under Sideways Down" (1966). "Happenings Ten Years Time Ago" mereka adalah salah satu single rock pertama psychedelic. Dari 1966, scene underground di Inggris yang berbasis di London Utara, didukung pemain baru termasuk Pink Floyd, Traffic dan Soft Machine. Pada tahun yang sama melihat debut band blues rock Cream dan The Jimi Hendrix Experience, yang memperpanjang efek gitar yang bernuansa heavy menjadi fitur kunci dari psychedelia.

Psychedelic rock mencapai puncaknya pada tahun-tahun terakhir dekade. 1.967 melihat Beatles merilis pernyataan definitif psychedelic mereka di Sgt. Pepper`s Lonely Hearts Club Band, termasuk track kontroversial "Lucy in the Sky Whit Diamonds" dan Rolling Stones pada akhir tahun itu dengan 'Their Satanic Majesties Request'. Pink Floyd menghasilkan karya terbaik psychedelic mereka, The Piper at the Gates of Dawn. Di Amerika, The Summer of Love itu didahului oleh Human Be-In dan mencapai puncaknya di Monterey Pop Festival, yang terakhir membantu membuat bintang besar Amerika Jimi Hendrix dan The Who, dengan single "I Can See for Miles" menggali ke wilayah psychedelic. Termasuk Jefferson Airplane's Surrealistic Pillow and The Doors' Strange Days. Kecenderungan ini mencapai klimaks pada Woodstock festival (1969), dengan pertunjukan oleh sebagian besar artis psychedelic, termasuk Jimi Hendrix, Janis Joplin dan Santana.

SUMBER

Psychedelic Music


sychedelic musik (berasal dari kata Yunani Kuno: pikiran, jiwa, nafas, semangat) mencakup berbagai gaya musik populer dan genre yang terinspirasi oleh atau dipengaruhi oleh budaya psychedelic yang mencoba untuk meniru dan meningkatkan pikiran dalam pengaruh psychedelic drugs. Ini muncul selama pertengahan 1960-an di kalangan folk rock dan band blues rock di Amerika Serikat dan Inggris. Ini sering digunakan teknik rekaman baru dan efek dan menarik sumber non-western seperti ragas dan drone dari Indian music, lalu menyebar menjadi psychedelic folk, psychedelic rock, pop psychedelic dan psychedelic soul pada tahun 1960 sebelum menurun pada awal tahun 1970. Ini membantu menciptakan banyak genre musik baru termasuk rock progresif, musik kosmische, synth rock, rock jazz, heavy metal, glam rock, funk, elektro dan bubblegum pop. Itu dihidupkan kembali dalam bentuk neopsychedelia dari 1980-an dan kembali muncul dalam musik elektronik di genre termasuk acid house, musik trance dan new rave

Musik Psychedelic sering berisi beberapa fitur seperti:
- Instrumentasi yang eksotik, dengan kesukaan tertentu menggunakan instrumen sitar dan tabla
- Struktur lagu yang lebih kompleks, kunci nada dan perubahan waktunya, modal melodies dan drones
- Berlirik surealis, aneh, esoterik atau sastra-terinspirasi karya satra
- Penekanan kuat pada solo instrumen atau jams tekhnik individual
- Pada gitar listrik, sering menggunakan feedback, wah wah dan fuzzboxes
- Permainan yang kuat oleh keyboard, terutama organ, harpsichord, atau Mellotron (awal rekaman-driven 'sampler'
- Efek studio yang sangat rumit, seperti backwards tapes, panning, phasing, long delay loops, dan extreme reverb
- Instrumen elektronik primitif seperti synthesizer dan Theremin ini
- Lalu bentuk elektronik psychedelia yang menggunakan komputer yang menghasilkan ketukan yang berulang-ulang

SUMBER

Black Sabbath


Black Sabbath adalah band heavy metal Inggris, yang semula terdiri dari John Michael "Ozzy" Osbourne (vokal), Tony Iommi (gitar), Terence "Geezer" Butler (bass), dan Bill Ward (drum). Mereka dikutip oleh banyak orang sebagai pertama band heavy metal.

Black Sabbath dibentuk di Birmingham, Inggris pada tahun 1966 di bawah nama Polka Tulk Blues Band (segera disingkat menjadi "Polka Tulk"), dan kemudian Bumi. Awalnya sebuah band rock blues-, Bumi bergerak dalam arah yang lebih gelap ketika Geezer Butler, penggemar novel-novel sihir hitam dari Dennis Wheatley, menulis sebuah lagu bertema okultisme berjudul "Black Sabbath" (nama lagu ini tampaknya diilhami oleh Boris tahun 1963 Karloff film). Ketika band ini menemukan diri mereka menjadi bingung dengan band lokal lain yang disebut Bumi, mereka mengadopsi judul lagu sebagai nama baru mereka.
Awalnya, mereka mulai sebagai dipengaruhi blues-grup musik hard rock, tetapi ketika mereka berkembang mereka menambahkan lebih banyak rakyat Eropa gothic berkembang unsur-unsur dan suara mereka, suara yang tidak seperti kelompok lain selama waktu mereka. Lirik mereka berurusan dengan isu-isu yang lebih gelap daripada batu paling konvensional juga.

Yang baru bernama Black Sabbath mengadopsi tema lirik lebih gelap, dan yang lebih lambat, mengancam gaya - elemen penting dalam genre yang kemudian dikenal sebagai logam berat, sering peringkat di atas Led Zeppelin, Deep Purple dan Judas Priest dalam dan pengaruh penting dalam genre.

Meskipun Blue Cheer, Led Zeppelin, Cream, dan Deep Purple mungkin mempunyai pengaruh yang mendalam tentang munculnya hard rock dan musik heavy metal, Black Sabbath dianggap menjadi yang pertama benar band heavy metal.

Grup menemukan suara tanda tangan hampir kebetulan. Setelah melihat film horor, Geezer Butler (dan bukan Ozzy, sebagaimana banyak orang percaya) dilaporkan berkata kepada yang lain dari band, "Kalau orang membayar untuk melihat film-film menakutkan, mengapa tidak mereka membayar untuk mendengarkan musik menakutkan?" Band mulai menulis sengaja gelap, menakutkan riff dalam upaya untuk menjadi jawaban musik film horor.