Selasa, 24 November 2015

konsepsi ilmu budaya dasar

Pendekatan kesustraan Ilmu budaya dasar kali ini berkaitan dengan budaya didalam keseharian dan budaya bangsa. Istilahnya Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. sangat baik jika kita mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dll. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
Prosa yaitu rekaan cerita yang diartikan sebagai bentuk cerita yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh daya hayal atau imanjinasi.dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.

Senin, 23 November 2015

Manusia dan Keadilan


Pengertian Keadilan 


Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.



Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.


Berbagai Macam Keadilan:

Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.

Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Sumber:
http://dofadroid.blogspot.com/2012/05/ibd-manusia-dan-keadilan.html

Warga Negara dan Negara (tulisan)

Warganegara adalah orang-orang yang menurut hukum atau secara resmi merupakan anggota resmi dari suatu Negara tertentu,atau dengan kata lain warganegara adalah warga suatu Negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Kewarganegaraan Republik Indonesia
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tata hukum internasional.

Manusia dan penderitaan (Tulisan)

Penderitaan diambil dari kata dasar derita. Sementara itu kata derita mengambil serapan dari bahasa sansekerta, menyerap kata dhra yang memiliki arti menahan atau menanggun. Jadi dapat diartikan penderitaan merupakan menanggung sesuatu yang tidak meyenakan. Penderitaaan dapat muncul secara lahiriah, batiniah atau lahir-batin. Penderitaan secara lahiriah dapat timbul karena adanya intensitas komkosisi yang mengalami kekurangan atau berlebihan, seperti akibat kekurangan pangan menjadi kelaparan, atau akibat makan terlalu banyak menjadi kekenyangan, tidak dapat dipungkiri keduanya dapat menimbulkan penderitaan. Adapula kondisi alam yang ekstrem, seperti ketika terik matahari membuat kepanasan, atau saat kehujanan membuat kedinginan. Penderitaan merupakan realita kehidupan manusia di dunia yang tidak dapat dielakan. Orang yang bahagia juga harus siap menghadapi tantangan hidup bila tidak yang muncul penderitaan. Dan orang yang menghadapi cobaan yang bertubi-tubi harus berpengharapan baik akan mendapatkan kebahagian. Karena penderitaan dapat menjadi energi untuk bangkit berjuang mendapatkan kebahagian yang lalu maupun yang akan datang. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menejahterakan manusia dan sebagaian lainnya membuat manusia. Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Unisovyet, kebocoran gas beracun di India. Penggunaan peluru kendali dalam perang Irak. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri, Siakp ini diungkapkan dalam peribahasa "Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna" ,"nasib sudah menjadi bubur". Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.

Manusia dan Keindahan (Tulisan)

Keindahan berasal dari kata indah, keindahan sesuatu yang memberi kita rasa senang dan nyaman saat melihatnya. Dalam kamus besar Indonesia keindahan dapat diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,cantik,bagus benar dan elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika ,sosiologi,psikologi,dan budaya. Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati dan keindahan itu dapat dirasakan,seperti contoh keindahan ketika merasakan angin yang berhembus. Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah kebalikan dari Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak, dimana keindahan itu dapat dirasakan, dilihat maupun dapat dikenang selama kita mengingatnya.

Contoh perhubungan makna Sinonim, Hiponimi, Homonimi, Polisemi, dan Antonimi


1. Sinonim
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh:
senang = suka
Nasihat = petuah
Bohong = dusta
Pintar = pandai
Untung = laba
Naas = sial
Rumah = Tempat tinggal
Agama = Kepercayaan
Tuhan = Dewa
Angka = nomor
2. Hiponim
Hiponim adalah suatu kata atau frasa yang maknanya tercakup dalam kata atau frasa lain yang lebih umum, yang disebut hiperonim atau hipernim. Suatu hiponim adalah anggota kelompok dari hiperonimnya dan beberapa hiponim yang memiliki hiperonim yang sama disebut dengan kohiponim. Kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan; hewan adalah hiperonim dari kucing, serangga, dan merpati; serangga dan merpati adalah kohiponim dari kucing sebagai hewan.
Hubungan makna hiponim-hiperonim dibedakan dengan hubungan makna meronim-holonim yang merupakan hubungan antara bagian dengan kesatuan.
Contoh Hiponimi :
Misalnya, antara kata merpati dan kata burung, makna kata merpati tercakup dalam makna burung, dapat dikatakan merpati adalah burung tetapi burung bukan hanya merpati, bisa saja perkutut, beo dan cendrawasih.

3. Homonimi
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon.
Contoh Homograf :
– Amplop
+ Untuk mengirim surat untuk bapak presiden kita harus menggunakan amplop (amplop = amplop surat biasa)
+ Agar bisa diterima menjadi pns ia memberi amplop kepada para pejabat (amplop = sogokan atau uang pelicin)
– Bisa
+ Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
+ Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)

Contoh Homofon :
– Masa dengan Massa
+ Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
+ Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum)

4. Polisemi
Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Satu kata seperti kata “kepala” dapat diartikan bermacam-macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada di atas leher.
Contoh:
Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala sekolah smp kroto emas. (kepala bermakna pemimpin).
Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus. (kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada di atas).
Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada ki joko cempreng. (kepala berarti individu).
Pak Sukatro membuat kepala surat untuk pengumuman di laptop eee pc yang baru dibelinya di mangga satu. (kepala berarti bagian dari surat).
5. Antonimi
Perhubungan makna yang terdapat antara sinonimi, homonimi, hiponimi, atau [polisemi, bertalian dengan kesamaan-kesamaan; antonimi, sebaliknya, dipakai untuk menyebut makna-makna yang berlawanan. Bentuk-bentuk seperti laki-laki, hidup, gadis, masing-masing berantonim dengan perempuan, mati, dan janda. Dan kata-kata yang berlawanan makna itu disebut mempunyai perhubungan yang bersifat antonimi. Atau dengan kata lain Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh Antonim :
keras x lembek
naik x turun
kaya x miskin
surga x neraka
laki-laki x perempuan
atas x bawah
Contoh kalimat :
Suara pak guru sangat keras sekali

Referensi:

Minggu, 22 November 2015

Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

1. Wacana Ilmiah
Wacana Ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan, yang di komunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan sintetis-analitis. Pemanfaatan wacana ini dapat membantu pembaca nya menerima informasi dengan suguhan yang telah di sediakan secara formal.

Contoh wacana ilmiah:

Analisis Pengaruh Pemberdayaan Guru Terhadap Kinerjanya Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar Kota Surabaya

PENDAHULUAN.
Upaya Pemerintah terhadap pemerintah tenaga guru sebenarnya telah di­lakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia, melalui berbagai bentuk ke­bijakan. Ditetapkannya Undang Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen merupakan dasar kebijakan untuk memperkuat eksistensi tenaga kependidikan sebagai tenaga profesional, seperti profesi-profesi yang lainnya. Kualitas profesi tenaga guru selalu diupayakan, baik melalui ketentuan kualifikasi pendidikannya maupun kegiatan in-service training, dengan berbagai bentuknya, seperti: pen­di­dikan dan latihan (diklat), penataran dan pelibatan dalam berbagai seminar untuk meng-updatewawasannya dalam kompetensi pedagogi dan akademik.

Wacana ilmiah terdapat pada buku ejaan yang di sempurnakan. Berisi tentang pengejaan kata dan kalimat yang di gunakan dalam bahasa Indonesia. Membahas bahasa yang kita gunakan sehari-hari, buku ini pun harus dilengkapi keterangan dan detail-detail yang jelas, dalam menjelaskan tiap maksud dari yang tertulis di dalam nya.

2. Wacana Semi-Ilmiah
Wacana Semi-Ilmiah adalah tulisan yang berisi informasi faktual, yang di ungkapkan dengan Bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena di sering “dibumbui dengan opini pengaran yang terkadang-kadang subjektif. Manfaat wacara semi-ilmiah adalah kita dapat mengetahui fakta aktual dan opini dari beberapa narasumber.

Contoh wacana semi-ilmiah:

Koran Korsel Minta Samsung Berhenti Jadi Pencontek
TEMPO.CO, Seoul - Samsung perlu menjadi "penggerak pertama" dan menciptakan gadget baru sendiri, menurut sebuah editorial yang diterbitkan oleh JoongAng Ilbo, salah satu koran terbesar Korea Selatan. Jika tidak, mereka akan selalu dalam risiko terjerat dalam sengketa paten.

Wacana ini biasa kita temukan di berita dalam koran atau surat kabar, baik surat kabar fisik atau online.

3. Wacana Non Ilmiah
Wacana Non ilmiah adalah karangan yang tidak terikat pada aturan yang baku, manfaat dari wacana non ilmiah adalah kita bisa menulis sesuatu yang dihasilkan oleh pikiran kita, bahkan hasil tersebut bisa berupa karangan fiksi,atau tidak sesuai dengan aslinya,seperti pada novel Sherlock Holmes dan beberapa novel lainnya.

Contoh dari Wacana Non Ilmiah

Pemotong Kayu Yang Jujur
Tersebutlah kisah nun jauh di pedalaman, tinggalnya seorang pemotong kayu yang tua dan miskin. Adapun kemampuannya hanyalah mencari rezeki dengan menebang pokok yang sederhana besarnya untuk dijual sebagai kayu api. Hanya isterinyalah peneman hidup saban hari tanpa dikurniakan anak.
Dijadikan cerita, takdirnya pada suatu pagi.......

Wacana ini bisa kita temukan di sebuah Buku novel, Buku Cerita Rakyat, Cerita Pendek, dongeng dan beberapa hasil karya tulis lain yang terlepas dari aturan buku tersebut.

Analisis :
Jadi dari ke 3 wacana di atas memiliki perbedaan  yang jelas , seperti yang sudah dituliskan di atas bahasa setiap wacana di atas memiliki karakteristik yang berbeda dari yang 1 dengan lain nya, terutama dari fungsi pemanfaatan dari setiap wacana tersebut.

Contohnya:

Wacana Ilmiah, biasa nya wacana ilmiah ini dapat kita temukan pada Karya tulis ,karya ilmiah, skripsi, artikel ataupun laporan praktikum yang dimana isi dari karya tersebut adanya Bahasa tulis yang formal(Baik dan Benar), sesuai metode, dan bersifat analitis sehingga pemanfaat wacana ini dapat membantu si pembaca untuk menerima informasi yang  telah di sediakan secara formal 

Wacana semi-ilmiah, wacana ini biasa kita temukan dalam Berita atau surat kabar karena wacana ini berisi informasi faktual yaitu informasi nya berdasarkan kenyataan tetapi tidak dapat di pertanggung jawabkan, yang di ungkapkan dengan Bahasa semiformal yang dimana wacana semi-ilmiah manfaat nya agar kita dapat mengetahui fakta faktual yang ada dan tambahan Opini dari beberapa Narasumber.

Wacana Non Ilmiah, wacana ini biasa kita temukan di sebuah Buku Novel, Buku Cerita Rakyat, ataupun cerpen dan dongeng. Yang dimana Manfaat wacana ini adalah kita bisa menulis sesuatu yang di hasilkan dari pikirian kita sendiri, bahkan hasilnya bisa saja karangan fiksi atau tidak sesuai dengan keadaan aslinya. Contoh sebuah Cerita Rakyat yaitu Santa Claus kita bisa percaya atau tidak pada Cerita Rakyat yang ada pada buku anak-anak. Apakah cerita tersebut itu benar ada atau hanya karangan saja atau bisa disebut fiksi.

Sumber
http://riopavilion.blogspot.co.id/2014/11/wacana-yang-membedakan-pemanfaatan.html
http://justfrisca.blogspot.co.id/2012/10/wacana-yang-membedakan-pemanfaatan.html
http://ikaacaw.blogspot.co.id/2014/11/wacana-membedakan-pemanfaatan-bahasa.html